Visit My Popular Blog

Mengenal Lebih Dekat : 4 BAKTERI BAIK dalam Tubuh

Pesan Sponsor
IndoSister.com - Apa yang ada di pikiran anda saat mendengar kata bakteri? Kebanyakan orang mungkin akan membayangkan makhluk mikroskopik jahat yang akan membuat tubuh kita sakit. Karena itulah kita melakukan berbagai tindakan pencegahan yang kadang berlebihan, seperti mencuci tangan terlalu sering dan minum banyak antibiotik saat hanya mengalami sakit ringan.

Secara keseluruhan, bakteri di tubuh manusia jumlahnya sepuluh kali lipat dari sel tubuh, dan kolonisasi bakteri (baik atau jahat) ini bila ditimbang beratnya mencapai lebih dari 1 kilogram. Meskipun jumlah bakteri dalam tubuh manusia sangat banyak, tapi bakteri penyebab penyakit ternyata hanya sebagian kecil saja.

Mengenal Lebih Dekat : 4 BAKTERI BAIK dalam Tubuh

Ayo kenali lebih dekat 4 bakteri baik dalam tubuh yang sudah berjasa membuat tubuh kita tetap sehat :

1. Bifidobacterium Longum
Bifidobacteria adalah bakteri baik (probiotik) yang secara alami ada pada vagina dan sistem pencernaan. B. longum adalah salah satu penghuni tubuh manusia yang paling penting.

Bakteri ini sangat membantu tubuh untuk menjaga saluran pencernaan tetap bekerja secara normal, menghalangi pertumbuhan bakteri jahat, juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Mikro-organisme ini juga ditemukan dalam jumlah banyak pada usus bayi, terutama pada bayi yang diberikan ASI eksklusif. B. longum akan memfermentasi gula menjadi asam laktat, ini membantu menurunkan pH usus dan membuat daerah usus menjadi beracun bagi bakteri jahat.

B. longum memberikan beberapa manfaat kesehatan bagi manusia, seperti :
• Mencegah diare pada pasien yang meminum antibiotik
• Mengurangi kolesterol
• Mengurangi gejala intoleransi laktosa
• Merangsang kekebalan tubuh
• Mencegah kanker

Bifidobacteria bisa ditemukan dalam produk olahan susu, seperti yoghurt, dan bisa dikonsumsi sebagai suplemen.

2. Bacteriodes Thetaiotamicron
Mikroba anaerobik ini banyak berada pada saluran pencernaan manusia. Peran pentingnya bagi tubuh manusia adalah:

• Membantu pencernaan. Manusia tidak bisa mencerna banyak molekul nabati polisakarida sendiri, bakteri ini membantu memecahkan molekul agar komponennya dapat dicerna manusia.

• Perkembangan usus pada bayi. Terutama saat masa peralihan dari ASI eksklusif ke makanan dengan pati nabati.
• Merangsang angiogenesis (pertumbuhan pembuluh darah baru dari pembuluh darah yang sudah ada sebelumnya) di dalam usus.

• Memberikan kemampuan untuk menyerap nutrisi yang diproses.
• Pembentukan penahan cairan usus. Ini membantu tubuh melawan serangan patogen.

3. Lactobacillus Johnsonii
Ini adalah spesies bakteri dominan pada vagina wanita yang sedang hamil, meskipun biasanya ditemukan pada usus, dimana bakteri akan menghasilkan enzim untuk mencerna susu. Selama masa kehamilan, kondisi vagina menjadi berubah dan menyebabkan bakteri ini menjadi tumbuh.

Hal ini diperkirakan agar saat dilahirkan, bayi akan terbungkus Lactobacillus johnsonii dan akan menelan sedikit bakteri ini untuk mempersiapkan bayi mencerna ASI. Mikrobioma bayi akan terus bertambah selama masa menyusui.
Itulah alasan kenapa bakteri ini sangat penting bagi manusia, terutama bagi bayi yang baru lahir.

4. Escherichia Coli
Bakteri ini pertama kali ditemukan pada tahun 1885 oleh Theodor Escherich, seorang bakteriologis asal Jerman. E. coli memang banyak dikenal sebagai penyebab masalah usus atau infeksi diluar usus seperti infeksi saluran kemih dan mastitis. Tetapi, E.coli tidak selalu jahat bagi tubuh manusia.

E. coli banyak hidup dalam usus kita, dimana mereka membantu tubuh memecah makanan yang kita makan dan membantu proses pembuangan, penyerapan makanan, dan produksi vitamin K. Vitamin K vital untuk mendukung mekanisme pembekuan darah manusia agar berfungsi secara benar.

E. coli juga digunakan sebagai indikator kejernihan air. Kadar E. coli dapat menunjukkan kadar feses manusia di dalam air, karena E. coli adalah bakteri yang paling banyak ditemukan dalam feses manusia dibanding organisme bakteria lain.

Kebanyakan jenis E. coli sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh, tetapi saat ini semakin banyak ditemukan jenis baru hasil mutasi dan evolusi yang bisa menyebabkan sakit parah.

Masalahnya, beberapa jenis bakteri di atas bisa banyak berkurang karena beberapa hal, seperti :

• Penggunaan antibiotik. Terutama saat hanya sakit ringan dan bisa ditangani oleh alternatif alami lain.
• Penggunaan sabun anti-bakteri.
• Penggunaan bahan kimia pembersih yang berlebihan.
• Konsumsi makanan olahan yang diproses.
• Konsumsi terlalu banyak gula dan pati.
• Stress tubuh yang seharusnya bisa dihindari (kurang tidur, terlalu banyak bekerja, dll.)
  
Jangan khawatir,
meskipun para sahabat IndoSister.com telah kehilangan bakteri baik karena hal di atas, masih ada cara untuk meningkatkan dan membantu menyeimbangkan bakteri dalam sistem pencernaan anda.

Bakteri baik untuk pencernaan

7 Tips untuk meningkatkan keseimbangan probiotik :

• Hindari konsumsi gula/pati berlebih/minyak sayur. Berbagai jenis makanan ini akan dengan cepat mengurangi jumlah bakteri baik dan bisa menyebabkan berkurangnya kekebalan tubuh. Akibatnya tubuh akan mudah terkena berbagai masalah kesehatan.

• Konsumsi makanan alami. Mengkonsumsi sayuran, protein, dan lemak alami akan membantu mendukung bakteri tertentu yang hidup dari serat makanan seperti sayuran.

• Konsumsi makanan dan minuman fermentasi. Makanan seperti Kimchi, Tape, Yoghurt, Nato, dan Kefir adalah sumber probiotik alami. Mengkonsumsi ini akan membantu tubuh mendapatkan bakteri baik.

• Ganti sabun anti-bakteri dengan sabun alami dan air. Sabun anti-bakteri membunuh bakteri baik dan jahat, dan penggunaan berlebihan akan menyebabkan tumbuhnya bakteri jahat. Gunakan sabun alami berkualitas baik dan air hangat untuk mencuci tangan.

• Mulai berkebun. Percaya atau tidak, memegang tanah saat berkebun sangat bermanfaat bagi orang dewasa. Dengan berkebun anda mendapatkan vitamin D dan probiotik, juga menghasilkan bahan makanan alami sendiri.

• Jangan gunakan antibiotik berlebihan. Untuk sakit ringan yang bisa diobati secara alami, sebaiknya hindari antibiotik yang akan menghilangkan seluruh bakteri dalam usus, termasuk bakteri baik. Untuk penyakit tertentu yang mengharuskan penggunaan antibiotik, pastikan anda juga membarenginya dengan asupan probiotik berkualitas tinggi untuk membantu mengembalikan bakteri baik.

• Minum suplemen probiotik. Suplemen probiotik harus diiringi dengan perubahan pola makan dan gaya hidup. Suplemen direkomendasikan untuk anda yang sedang atau baru saja meminum antibiotik. Anak yang mempunyai eksim, alergi, masalah pencernaan, atau yang minum susu formula sebaiknya juga menggunakan suplemen probiotik.

Demikian Ulasan tentang macam macam Bakteri Baik dalam tubuh manusia, kiranya dapat menambah wawasan para sahabat IndoSister.com semua menjadi lebih baik.

Daftar Pustaka :
microbewiki.kenyon.edu

1 comment:

  1. mantab, sangat menambah pengetahuan saya nih. trims

    ReplyDelete


Thanks for Stopping by, Please Leave comment about article above ^_^