Visit My Popular Blog

5 Resiko Kesehatan yg dapat ditimbulkan Hewan Peliharaan

Pesan Sponsor
IndoSister.com - Yakin? Hewan Peliharaan Tidak Mengganggu Kesehatan Anda ?
Bagi anda yang memiliki kucing, anjing, burung, atau hewan lain di rumah mungkin sudah menganggap hewan peliharaan sebagai bagian dari keluarga. Hewan peliharaan memang bisa menjadi teman yang sangat menyenangkan, bahkan juga bisa memberikan manfaat kesehatan.

Medical News Today melaporkan sebuah penelitian bahwa anak autis yang memiliki hewan peliharaan memiliki skill sosial yang lebih kuat.  

Tapi … ada beberapa resiko kesehatan yang dihubungkan dengan kehadiran hewan peliharaan :

5 Resiko Kesehatan yg dapat ditimbulkan Hewan Peliharaan

1. Campylobacteriosis
Campylobacter adalah bakteri yang paling banyak menyebabkan diare. Selain itu, infeksi karena bakteri ini bisa menyebabkan keram, sakit perut, dan demam hingga 2 sampai 5 hari sejak terkena.

Meskipun penyakit tadi juga sering disebabkan oleh keracunan makanan – terutama dari daging dan telur – juga air, tetapi juga bisa disebabkan karena terkena feces hewan yang terinfeksi, termasuk anjing dan kucing. Menurut PetMD, sekitar 49% anjing dan 45% kucing liar membawa Campylobacter dan mengeluarkannya melalui feces. Paling banyak ditemukan pada anak kucing dan anak anjing berusia dibawah 6 bulan.

2. Cacing Pita, Cacing Tambang, dan Cacing Gelang
• Dipylidium caninum adalah jenis cacing pita yang paling umum ditemukan pada anjing dan kucing. Hal itu disebabkan karena hewan peliharaan memakan kutu yang membawa larva cacing pita saat mereka sedang membersihkan diri sendiri.

D. caninum bisa ditularkan pada manusia, meskipun resiko infeksinya sangat rendah. Seringkali terjadi pada anak kecil yang secara tidak sengaja menelan kutu yang terinfeksi. Membersihkan kutu pada hewan peliharaan adalah cara terbaik untuk mengurangi resiko infeksi D. caninum pada manusia dan hewan peliharaan.

• Ancylostoma brazilense, A. caninum, A. ceylanicum dan Uncinaria stenocephala adalah beberapa spesies cacing tambang yang bisa menginfeksi kucing dan anjing. Parasit cacing tambang bisa ditemukan pada feces hewan, dan manusia bisa terkena bila mereka terpapar feces yang terinfeksi, atau tanah dan pasir yang sudah terkontaminasi.

Infeksi cacing tambang akan menyebabkan kondisi kulit yang disebut cutaneous larva migrans (CLM), dimana larva cacing tambang masuk melalui kulit dan menyebabkan luka kemerahan dan gatal yang terasa sakit. Dalam beberapa kasus, ada jenis cacing tambang yang bisa menginfeksi usus manusia sehingga menyebabkan sakit perut dan diare.

• Toxocariasis adalah infeksi yang disebabkan oleh perpindahan Toxocara – cacing gelang parasit – dari kucing dan anjing pada manusia. Pada hewan yang terinfeksi Toxocara, telur parasit biasanya ditemukan pada feces. Manusia bisa terkena parasit ini bila tidak sengaja menelan tanah yang sudah terkontaminasi.

Dalam beberapa kasus langka, toxocariasis bisa menyebabkan peradangan dan kehilangan penglihatan pada satu mata (ocular toxocariasis), atau sakit perut, demam, kelelahan, dan batuk karena kerusakan pada beberapa organ (visceral toxocariasis).

3. Salmonellosis
Reptil membawa bakteri penyebab salmonellosis, Salmonella. Manusia bisa terkena bakteri ini bila menyentuh reptil dan tanpa sengaja menelan kuman ini.

Lebih dari 1 juta orang di Amerika Serikat menjadi sakit karena infeksi Salmonella setiap tahunnya, dan dari jumlah tersebut hampir 70.000 kasus disebabkan karena kontak dengan reptil.

Dalam waktu 12 sampai 72 jam setelah terinfeksi Salmonella, manusia mungkin akan mengalami diare, demam, dan keram perut selama 4 sampai 7 hari. Meskipun kebanyakan orang bisa sembuh sendiri tanpa perawatan, tapi pada beberapa kasus parah juga perlu dibawa ke rumah sakit.

anjing dan bahaya rabies

4. Rabies
Rabies adalah salah satu penyakit paling parah yang bisa ditularkan anjing dan kucing pada manusia. Penyakit ini dilaporkan sudah membunuh sekitar 59.000 orang di seluruh dunia setiap tahunnya.

Rabies adalah penyakit yang menyerang sistem syaraf pusat pada manusia. Bila tergigit oleh hewan yang terinfeksi dengan virus rabies, akan timbul gejala seperti demam, sakit kepala, dan rasa lemah, sebelum berlanjut ke gejala yang lebih parah seperti halusinasi, kelumpuhan total atau sebagian, insomnia, kecemasan, dan sulit menelan. Bila tidak ditangani, rabies bisa menyebabkan kematian dalam beberapa hari.

Penyebab paling umum hewan peliharaan bisa terkena rabies adalah dari gigitan hewan liar, terutama rubah atau kelelawar. Gejala biasanya terlihat 1-3 hari setelah infeksi dan terlihat dengan air liur berlebihan, kelumpuhan, serta agresi dan rasa malu yang tidak biasa. Bila anda mencurigai hewan peliharaan terkena rabies, segera bawa ke dokter hewan.

5. Toxoplasma
Penyakit ini ditimbulkan oleh parasit bersel tunggal, Toxoplasma gondii, dan seringkali terjadi pada manusia karena mencerna daging yang tidak dimasak dengan matang atau sudah basi. Tetapi, manusia juga bisa terkena T. gondii karena paparan feces kucing atau area dan benda apapun yang sudah terkontaminasi. T.gondii tidak bisa diserap kulit, tapi infeksi bisa terjadi bila parasit tidak sengaja tertelan.

Meskipun ada banyak sekali orang yang terinfeksi T. gondii, hanya sedikit yang menjadi sakit, karena sistem kekebalan tubuh manusia bisa melawannya. Gejala infeksi yang timbul adalah pembengkakan kelenjar dan nyeri otot, dan dalam kasus yang lebih parah bisa menimbulkan kerusakan pada otak dan organ lain, serta kerusakan mata. Wanita hamil, orang tua, anak kecil, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah memiliki resiko terkena gejala T. gondii yang paling besar.

Hal yang Harus Dilakukan Untuk Mencegah Infeksi Karena Hewan Peliharaan

Meskipun sudah jelas bahwa hewan peliharaan bisa menularkan banyak kuman pada manusia, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya :

• Mencuci Tangan. Kebersihan adalah kunci untuk mencegah sebagian besar infeksi yang ditularkan dari hewan peliharaan. Selalu cuci tangan setelah bersentuhan dengan hewan pilihan. Luka cakaran atau gigitan juga harus segera dibersikan.
• Bersihkan Feces. Selalu jaga rumah agar bersih dari feces hewan peliharaan, terutama di tempat bermain anak.

• Hindari cakaran atau gigitan. Bila anda digigit atau dicakar, segera bersihkan dengan air sabun hangat dan segera ke dokter bila dicurigai ada infeksi serius.
• Vaksin dan Periksa Hewan Peliharaan. Bawa hewan peliharaan ke dokter hewan secara rutin agar mereka tetap sehat dan terhindar dari penyakit yang bisa menyebabkan infeksi.

# Peluang terkena penyakit dari hewan peliharaan bisa diperkecil bila para sahabat IndoSister.com melakukan pencegahan secara benar, Sehingga tidak perlu terlalu khawatir untuk memelihara dan bermain dengan hewan peliharaan anda.

1 comment:

  1. Ngeri juga dibalik kelucuan hewan peliharaan.

    ReplyDelete


Thanks for Stopping by, Please Leave comment about article above ^_^