Visit My Popular Blog

Mengenal Penyakit Jantung Pada Wanita dibanding Pria

Pesan Sponsor
IndoSister.com - Meskipun penyakit jantung seringkali dilihat sebagai masalah kesehatan yang lebih banyak dialami pria, penelitian telah menunjukkan bahwa penyakit jantung adalah ancaman nomor 1 bagi kesehatan seorang wanita – menyebabkan 1 dari 3 kematian pada wanita dibanding dengan 1 dari 30 kematian yang disebabkan oleh kanker payudara.

Yang menjadi salah satu tantangan adalah gejala penyakit jantung pada wanita yang ternyata sedikit berbeda dengan gejala pada pria. Untungnya, kini berbagai langkah dapat diambil untuk mengerti gejala penyakit jantung yang unik pada wanita agar dapat mengurangi resiko terhadap penyakit jantung.

Mengenal Penyakit Jantung Pada Wanita dibanding Pria

Gejala Penyakit Jantung Pada Wanita
Gejala paling umum serangan jantung pada wanita biasanya rasa nyeri, tekanan berlebih, atau rasa tidak nyaman di dada. Tetapi tidak selalu parah dan bukanlah gejala yang paling jelas terlihat, terutama pada wanita; bahkan terkadang, wanita mengalami serangan jantung tanpa adanya rasa nyeri di dada.

Dibanding pria, wanita cenderung memiliki gejala serangan jantung yang tidak berhubungan dengan nyeri dada, seperti:

• Rasa tidak nyaman atau nyeri pada leher, rahang, bahu, punggung bagian belakang atau perut
• Napas yang pendek
• Rasa sakit pada satu atau kedua tangan
• Pusing atau muntah
• Berkeringat
• Rasa lelah yang tidak biasa

Berbagai gejala ini lebih halus dan tidak terlalu terlihat dibandingkan dengan nyeri dada parah yang seringkali diasosiasikan dengan serangan jantung. Para wanita mungkin hanya akan menggambarkan nyeri dada sebagai tekanan atau rasa sesak pada dada. Ini mungkin terjadi karena wanita cenderung memiliki penyumbatan, tidak hanya pada pembuluh nadi utama tetapi juga pada pembuluh nadi kecil yang mensuplai darah pada jantung – sebuah kondisi yang disebut dengan penyakit pembuluh jantung kecil atau penyakit mikrovaskuler koroner.

Gejala pada wanita mungkin akan terjadi lebih sering saat sedang beristirahat, atau bahkan ketika tidur. Stress mental juga dapat memicu gejala serangan jantung pada wanita.

Wanita cenderung dibawa ke ruang gawat darurat setelah kerusakan jantung terjadi, karena gejala yang mereka alami seperti tidak ada hubungannya dengan serangan jantung, dan karena wanita mungkin menganggap sepele gejala tersebut. Bila anda mengalami gejala seperti diatas, atau anda merasa sedang terkena serangan jantung, segera minta bantuan medis.

Faktor Resiko Penyakit Jantung Pada Wanita
Meskipun beberapa faktor resiko umum terjadinya penyakit pembuluh nadi koroner – seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan obesitas – mempengaruhi baik pria maupun wanita, beberapa faktor lain memainkan peran yang lebih besar dalam berkembangnya penyakit jantung pada wanita.

Contohnya:
• Diabetes.
Wanita penderita diabetes memiliki resiko penyakit jantung yang lebih besar dibandingkan dengan pria penderita diabetes.

• Tekanan mental dan depresi.
Jantung wanita lebih terpengaruh oleh tekanan dan depresi dibanding pria. Depresi membuat orang menjadi sulit untuk menjaga gaya hidup sehat dan mengikuti perawatan yang dianjurkan, lebih baik segera bicarakan dengan dokter bila anda mengalami gejala depresi.

• Merokok.
Pada wanita, merokok adalah faktor resiko yang lebih besar untuk penyakit jantung dibandingkan dengan pada pria.

• Kurang Gerak.
Kurangnya aktifitas fisik adalah salah satu faktor resiko terbesar bagi penyakit jantung, dan beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa wanita cenderung lebih kurang bergerak dibanding pria.

• Menopause.
Kadar estrogen yang rendah setelah menopause memberikan faktor resiko signifikan terhadap berkembangnya penyakit kardiovaskuler pada penyakit mikrovaskuler koroner.

• Sindrom Patah Hati.
Kondisi ini – seringkali ditimbulkan oleh kondisi stress yang dapat menyebabkan kegagalan otot jantung parah, tetapi biasanya hanya sementara – lebih sering terjadi pada wanita setelah menopause. Kondisi ini juga disebut sebagai Takotsubo Kardiomiopati atau Sindrom Balon Apikal (apical ballooning syndrome)

• Komplikasi Kehamilan.
Tekanan darah tinggi atau diabetes selama masa kehamilan dapat meningkatkan resiko jangka panjang tekanan darah tinggi dan diabetes pada wanita serta meningkatkan resiko perkembangan penyakit jantung pada ibu.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bila anda memiliki komplikasi kehamilan seperti tekanan darah tinggi atau diabetes, anak anda juga memiliki resiko penyakit jantung di masa depan.

Wanita dengan penyakit peradangan, seperti rheumatoid arthritis atau lupus, juga memiliki resiko penyakit jantung yang lebih tinggi. Penelitian kini sedang dilakukan untuk mencari tahu lebih banyak faktor resiko penyakit jantung pada wanita.

Bagaimana Cara Untuk Mengurangi Resiko Penyakit Jantung Pada Wanita?

Bagaimana Cara Untuk Mengurangi Resiko Penyakit Jantung Pada Wanita?

Wanita berbagai usia harus melihat penyakit jantung secara serius. Wanita dibawah umur 65 tahun, terutama mereka yang memiliki sejarah penyakit jantung di keluarganya, harus benar-benar waspada pada beberapa faktor resiko penyakit jantung.

Ada beberapa perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko penyakit jantung, termasuk:

• Jangan mulai merokok, atau berhenti bila sudah merokok sebelumnya.
• Berolahraga secara rutin.
• Menjaga berat ideal.
• Menjaga pola makan sehat, dan banyak mengkonsumsi gandum, buah-buahan dan sayur, produk susu rendah lemak atau bebas lemak, dan daging tanpa lemak. Hindari lemak jenuh atau trans-fat, gula berlebih, dan garam terlalu banyak.

Setiap wanita menghadapi resiko penyakit jantung. Tetapi mewaspadai gejala dan resiko yang unik pada wanita, serta diiringi dengan diet yang sehat bagi jantung dan rutin berolahraga, dapat membantu melindungi kesehatan para sahabat IndoSister.com sekalian.
(Wandria)

Daftar Pustaka :
MayoClinic
World-heart-federation.org

0 komentar


Thanks for Stopping by, Please Leave comment about article above ^_^