Visit My Popular Blog

Mengenal Lebih Jauh Penyakit Cacar Air – Gejala & Penyebab

Pesan Sponsor
IndoSister.com - Siapa yang belum tahu cacar air ? Cacar air merupakan penyakit yang masih tinggi tingkat insidensinya di Indonesia dan negara tropis lainnya. Cacar air dalam dunia medis disebut varisela. 

Penyakit ini banyak diderita oleh anak anak dan dewasa muda. Pada dasarnya penyakit ini sebenarnya dapat sembuh sendiri (self limiting disease) namun termasuk penyakit yang kontagius / menular terutama ke orang yang tinggal serumah dengan penderita ataupun penderita imuno kompremais (misalnya pasien HIV).

Pada penderita dengan imunokompremais dan kelompok tertentu seperti ibu hamil, apabila mereka mengalami cacar air biasanya gejala yang dialami akan lebih berat serta sangat mudah untuk terjadi komplikasi.

Mengenal Lebih Jauh Penyakit Cacar Air – Gejala & Penyebab

Penyebab dan Proses Cacar Air
Cacar air yang juga sering disebut chicken pox merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Varisela Zoster (VVZ) yang akan menyerang kulit dan mukosa.

Pada awalnya virus akan masuk ke tubuh melalui mukosa saluran napas atas dan akan langsung bermultiplikasi di tempat masuknya. Lalu virus akan menyebar melalui pembuluh darah dan limfe.

Sistem pertahanan tubuh kita akan mendeteksi apabila terdapat virus yang bersifat patogen (dapat menyebabkan penyakit) sehingga tubuh akan berusaha untuk mengeleminasinya. Apabila mekanisme pertahanan tubuh gagal, maka dalam waktu sekitar 2 minggu gejala cacar air di kulit biasanya akan timbul. Gejala biasanya akan muncul terutama di daerah tengah tubuh terlebih dahulu. 

Gejala Sakit cacar Air
Penyakit ini diawali dengan gejala prodormal seperti pada penyakit yang disebabkan oleh virus lainnya. Gejala prodormal yang dapat timbul adalah demam yang tidak terlalu tinggi, lemas dan nyeri kepala.

Lalu akan diikuti dengan lesi yang mulai bermunculan di kulit. Pada awalnya lesi yang akan timbul berupa bintil kecil berwarna kemerahan yang dalam waktu beberapa jam dapat berubah menjadi bintil yang sedikit lebih besar yang terlihat seperti berisi cairan dan menyerupai tetesan embun tetapi tetap dengan dasar kulit yang berwarna kemerahan.

Selanjutnya bintil ini akan terlihat seperti mengandung cairan yang keruh dan kemudian pada fase selanjutnya bintil ini akan menjadi krusta (seperti koreng atau bekas luka).

Awalnya lesi kulit ini akan muncul pada bagian tengah tubuh lalu mulai menyebar ke muka dan ekstremitas (alat gerak berupa tangan dan kaki). Lesi yang timbul juga biasanya disertai dengan rasa gatal sehingga membuat penderita agak terganggu.

Pengobatan Cacar Air
Apabila ada diantara Anda yang mendapatkan gejala cacar air, sebaiknya segera ke puskesmas / poliklinik / dokter terdekat agar mendapatkan penanganan lebih dini.

Pengobatan yang diberikan umumnya akan disesuaikan dengan gejala yang timbul.

- Apabila penderita mengalami demam, umumnya dokter akan memberikan anti piretik (penurun panas).
- Apabila penderita mengalami gatal, yang akan diberikan biasanya sedatif atau anti histamin.
- Terapi topikal biasanya juga diberikan untuk mencegah bintil cairan pada kulit pecah dan menjadi bekas luka/koreng, dan biasanya diberikan bedak yang pada dasarnya juga akan ditambah zat anti gatal.
(Lils).

Daftar pustaka
Buku Ilmu Penyakit Kulit & Kelamin FK UI

0 komentar


Thanks for Stopping by, Please Leave comment about article above ^_^