Visit My Popular Blog

Gigi Goyang ? Waspada Diabetes ! Inilah Hubungannya

Pesan Sponsor
IndoSister.com - Gigi anda bersih dan terawat, tak ada yang berlubang sama sekali. Namun tiba-tiba Anda merasa beberapa gigi Anda goyang. Padahal gigi Anda tidak pernah terbentur apapun. Apalagi jika dalam keluarga Anda memiliki riwayat diabetes (kencing manis), Anda perlu lebih waspada terhadap yang terjadi pada kondisi Anda.

Masalah gigi dan mulut memang sangat kompleks dimulai dari gigi berlubang, karang gigi, gusi berdarah, gusi bengkak sampai gigi yang goyang.
  
Gigi Goyah dan Diabetes

Gigi Goyang ? Waspada Diabetes ! Inilah Hubungannya ?

Mungkin muncul pertanyaan di benak Anda apa hubungannya penyakit diabetes dengan gigi yang goyang. Ya. Ada hubungannya. Gejala klinis beberapa penyakit memang dapat ditemukan di mulut. Misalnya bau mulut bisa berhubungan dengan penyakit lambung yang Anda derita, sariawan yang sering muncul menandakan ketidakseimbangan metabolisme tubuh Anda, pun dengan halnya diabetes dengan kegoyangan gigi.

Selain karena faktor usia, diabetes menyebabkan kegoyangan pada gigi yang sering disebut “Sixth complication”. Telah kita ketahui bahwa diabetes menyebabkan hiperglikemia (kadar glukosa pada darah terlalu tinggi) sehingga merusak fungsi sel secara keseluruhan, seperti insulin yang diperlukan untuk glukosa untuk memasuki sel untuk menyediakan sumber energi. Sehingga mengurangi cara kerja sistem imun seperti sel-sel yang berperan pada pembunuhan bakteri.


Hiperglikemia menyebabkan kelainan aliran darah, mengurangi pembentukan sel darah merah, sehingga meningkatkan hipoksia jaringan yaitu kurangnya pasokan oksigen bagi tubuh untuk menjalankan fungsi normalnya. Hal ini mengakibatkan peradangan pada jaringan ikat atau kolagen dan tulang sebagai tempat melekatnya gigi.

Research
- Penelitian oleh Epstein menyebutkan bahwa pada dasarnya semua aspek pertumbuhan tulang dan mineralisasi berkurang dengan tidak adanya insulin yaitu hiperglikemia.
- Penelitian oleh Oliver dan Tervonen juga menyatakan bahwa perubahan vaskuler juga meningkat dengan meningkatnya kadar glukosa darah.

Hal ini membuktikan bahwa banyaknya kadar glukosa dalam darah menyebabkan peradangan pada jaringan ikat atau kolagen yang berperan pada pembentukan gusi dan jaringan sekitar gigi yang berfungsi menopang gigi dan berkurangnya proses pembentukan tulang sehingga mengakibatkan penghancuran pada tulang (osteoporosis). Semua hal ini dapat menjelaskan hubungan antara diabetes dengan kegoyangan pada gigi.

Bagaimanapun juga penyakit sistemik seperti diabetes hanya memperparah keadaan kegoyangan pada gigi. Yang tadinya kerusakan tulang masih dapat diperbaiki dengan mekanisme tubuh normal, menjadi osteoporosis dikarenakan hiperglikemia.

Oleh karena itulah pentingnya para sahabat IndoSister.com dan sekeluarga rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi 6 bulan sekali. Agar Anda dapat merawat kesehatan gigi dan mencegah terjadinya kerusakan pada gigi Anda dan keluarga.
(Ayuri)

Daftar Pustaka
1. Carranza FA. Clinical periodontology. 2011
2. Journal: A clinical study of the relationship between diabetes mellitus and periodontal diseases from www.ncbi.nlm.nih.gov

0 komentar


Thanks for Stopping by, Please Leave comment about article above ^_^