Visit My Popular Blog

Dapatkah Bell’s Palsy Disembuhkan ? Kenali Gejala di Wajah

Pesan Sponsor
IndoSister.com - Bell’s Palsy merupakan salah satu penyakit saraf yang banyak terjadi di masyarakat. Sebenarnya penyakit ini sangat mudah dikenali. masyarakat kadang menyebutnya dengan istilah "Wajah Lumpuh Separuh".

Penyakit ini hanya menyerang saraf fasialis yaitu saraf yang mempersyarafi otot wajah. Karena terjadi kelainan pada saraf ini, maka hal ini berdampak kepada kelumpuhan otot wajah yang dipersyarafi oleh saraf tersebut. 

Bell's Palsy Vs Stroke

Bell’s Palsy dapat dibedakan dari stroke berdasarkan gejala klinisnya. Pada kedua penyakit ini sama-sama mengakibatkan kelumpuhan pada penderita.

Namun, perbedaannya adalah pada stroke, kelumpuhan terjadi pada wajah dan anggota tubuh sedangkan pada Bell’s Palsy kelumpuhan hanya terjadi pada wajah saja.
Kelumpuhan ini bersifat unilateral atau dengan kata lain dapat diartikan sebagai hanya terjadi pada separuh bagian wajah saja. Serangannya bersifat akut (tiba-tiba).

Dapatkah Bell’s Palsy Disembuhkan ? Kenali Gejala di Wajah

Bell’s Palsy lebih sering terjadi pada orang dewasa, penderita diabetes mellitus, perempuan hamil serta penderita HIV.


Faktor Penyebab

Sebenarnya penyebab Bell’s Palsy sampai saat ini masih sangat kontroversial. Belum dapat dipastikan apakah penyebab pastinya. Namun terdapat beberapa teori yang dapat dijadikan landasan.

Beberapa kemungkinan yang dipercaya sebagai penyebabnya adalah infeksi virus, reaksi inflamasi, proses auto imun serta iskemik. Berdasarkan bukti terbaru, kejadian Bell’s Palsy dikaitkan dengan proses reaktivasi virus herpes simpleks tipe I dan virus herpes zoster yang terletak di ganglia nervus kranial.

Karena penyebab pasti dari penyakit ini sampai saat ini belum dapat dipastikan, maka mekanisme terjadinya penyakit ini juga belum bisa disimpulkan. Namun, teori yang cukup diyakini adalah pada Bell’s Palsy terjadi kompresi dari nervus fasialis. Edema dan iskemik sebenarnya juga dijadikan sebagai salah satu teori mekanisme penyebab penyakit ini.

Nervus fasialis melewati suatu struktur tulang tertentu yang berukuran kecil sehingga pada suatu saat terjadi proses yang menyebabkan pembengkakan dan iskemik (kekurangan O2) dari nervus ini akan menyebabkan gangguan sehingga dapat berujung ke kelumpuhan otot wajah.


Gejala Sakit

Gejala dari Bell’s Palsy sebenarnya cukup khas sehingga dapat memudahkan dokter untuk menegakkan diagnosis dan menentukan penatalaksanaan yang tepat sehingga mencegah komplikasi lebih lanjut.

Seperti apa yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa pada Bell’s Palsy hanya akan menyerang otot wajah secara unilateral dengan serangan yang bersifat akut. Pada sisi wajah yang terkena, penderita akan kehilangan kekuatan ekspresi wajahnya. Mata penderita tidak akan menutup sempurna atau dapat dikatakan lagoftalmus (+).

Produksi air mata juga akan berkurang sehingga kedua hal ini dapat mempermudah terjadinya mata kering atau infeksi mata. Sisi mulut yang sakit juga akan tertinggal atau bisa juga terlihat sebagai mulut mengot ke arah sisi yang sakit.

Apabila penderita diminta mengunyah makanan, maka makanan akan tertumpuk di sisi mulut yang sakit karena tidak dapat bergerak untuk mengunyah makanan secara sempurna. Lipatan nasolabial penderita juga akan menghilang. Apabila penderita diminta untuk mengkerutkan alis, pada sisi sakit alis akan tetap datar dan tidak dapat dikerutkan.
diagnosis bells palsy

Tata Laksana / Pengobatan

Perjalanan penyakit dari Bell’s Palsy memiliki prognosis yang sebenarnya bisa terbilang baik. Gejala akan berkurang dalam waktu beberapa minggu, namun untuk mendapatkan penyembuhan sempurna bisa diperlukan beberapa bulan dan tergantung dari kerusakan saraf yang terjadi.

Namun, sebagian besar penderita Bell’s Palsy dapat sembuh sempurna setelah mendapatkan pengobatan. Pengobatan oral pada Bell’s Palsy menggunakan kortikosteroid serta antivirus apabila kasus didasari oleh infeksi atau reaktivasi virus. Fisioterapi juga sangat disarankan karena dinilai berperan dalam mempercepat proses penyembuhan penderita.

Apabila ada sahabat IndoSister.com mengalami kelumpuhan pada wajah yang bersifat unilateral dan terjadi secara tiba-tiba, Anda tidak perlu khawatir. Ini merupakan salah satu penyakit yang bisa dikategorikan cukup sering terjadi di masyarakat.

- Segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dengan melakukan fisioterapi dan terus berlatih menggerakan otot wajah Anda dapat mempercepat proses penyembuhan.
(Lils)

Daftar Pustaka
Buku Kapita Selekta Kedokteran

0 komentar


Thanks for Stopping by, Please Leave comment about article above ^_^