Visit My Popular Blog

Waktu yang Dilarang - Orang Tua Menghukum Anak

Pesan Sponsor
Adakah saat yang tepat menghukum anak ?, Dalam hal menjalankan aturan dan konsekuensi, para orang tua patut memberikan sangsi untuk pelanggaran anak yang sudah disepakati antara orang tua dan anak.

Adalah hal biasa bahwa orang tua memberikan sanksi atas sikap atau perbuatan buruk anak, terutama pelanggaran atas kesepakatan bersama.

Namun dalam menghukum anak, terdapat saat yang sangat tidak disarankan, kapan dan mengapa ?

Yup … orang tua tidak sepatutnya untuk menghukum atau memberikan sangsi terhadapa anak pada saat “Emosi”.
Pada saat orang tua sedang emosi, maka pikiran menjadi tidak rasional, bahkan lebih terdorong ke arah memberikan hukuman yang lebih berat dari yang seharusnya.
Untuk orang tua yang keras, bahkan memberikan sanksi pada saat emosi tinggi dapat mengarahkan pada hukuman secara fisik hingga menuju bentuk penyiksaan anak.

Jika sudah demikian, maka 2 hal berikut akan menjadi dampaknya.

Waktu yang Dilarang - Orang Tua Menghukum Anaka. orang tua pada akhirnya menyesal setelah menyadari bahwa hukuman yang diberikan ternyata di luar batas atau lebih tinggi kadarnya dari kesalahan yang telah dilakukan anak, hal ini dapat memicu rasa sesal, hingga kemundian terjadi perubahan atau pelunakan sikap terhadap aturan yang sudah pernah disampaikan kepada anak.
Dengan ini, anak dapat mempelajari kelemahan orang tua yang dapat di manfaatkan.

b. Hukuman yang terpancing menjadi hukuman fisik, dapat mengarah pada penyiksaan anak, anak akan mendapat beban lebih berat yang dapat melukai jiwanya, dapat terbawa hingga dewasa sebagai dendam.

Cara menghindari hukuman yang tidak tepat :

- Untuk perbuatan anak yang melanggar batas, orang tua patut menenangkan terlebih dahulu pikirannya sebelum terjadi pemberian hukuman yang didasari atas emosi dan kemarahan besar.
 Tiap orang dapat berbeda dan memiliki cara sendiri dalam menenenangkan pikirannya, seperti mandi, ke taman belakang rumah, atau tidur-tiduran.
baru kemudian putuskan dengan pikiran jernih dalam mempertimbangkan kadar kesalahan anak terhadap kadar hukuman itu sendiri.

- harap di ingat bahwa hukuman dilakukan atas dasar untuk perbaikan karakter anak, jadi bukan untuk merusak dan menyakiti serta merugikan.

Hukuman atau sangsi terbaik yaitu berupa pengurangan terhadap hal-hal yang menjadi kesenagan anak, semisal mengurangi jam bermain, menyimpan mainan favorit, larangan menonton televisi beberapa hari dan sebagainya.

0 komentar


Thanks for Stopping by, Please Leave comment about article above ^_^