Visit My Popular Blog

Orang Tua Suka Membandingkan Anak, Apa dampaknya ?

Pesan Sponsor
Pernahkah terpikirkan oleh orang tua, baik ayah dan ibu bahwa mereka sama sekali tidak senang bila dirinya diperbandingkan dengan orang lain.
Namun hal tersebut malah terjadi sebaliknya, para orang tua umumnya begitu bersemangat untuk memperbandingkan seorang anaknya dengan anak lainnya entah itu adik atau kakak yang memang lebih baik.

Perbandingan yang di sampaikan orang tua bisa berupa apa saja, seperti memperbandingkan kepintaran, hasil ujian, kecantikan, sikap baik, kerajinan dan lainnya.
bahkan yang sebenarnya lebih menyebalkan bagi seorang anak adalah bahwa ia di perbandingkan dengan anak tetangga / orang lain.

Tidakkah para orang tua menyadari bahwa hal tersebut hanyalah akan menyakiti psikologi anak dan lebih berdampak negatif pada sikap/perbuatan anak selanjutnya.

Berikut adalah beberapa dampak negatif akibat orang tua suka membandingkan seorang anak dengan anak lain :

- Anak akan iri terhadap anak lain yang menjadi pembandingnya, bila perlu melakukan hal-hal yang dapat menurunkan tingkat kebanggan orang tuanya terhadap anak lain (kakak/adik) tersebut.

- Timbul kebencian pada diri Anak sampai dengan mengganggu anak yang menjadi pembanding. Pertengkaran antar anak bisa terjadi dimulai dari sini.

- si anak akan membenci pula kepada orang tua. Sampai dengan anak tidak menghormati orang tua mereka dan meluapkan perlawanan dengan tetap bersikap buruk.

Langkah Terbaik yang dapat diambil :

- Hentikan kebiasaan orang tua suka membandingkan anak satu dengan anak lainnya.
Tiap anak terlahir berbeda dalam segi watak, inteligensi, dan kekuatannya.
Langkah terbaik adalah berupaya mendorong anak menjadi lebih baik dengan cara yang paling cocok bagi pribadi anak masing-masing.
Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, daripada memperbandingkan kekuarangan, adalah lebih baik meningkatkan kelebihan yang dimiliki oleh masing-masing anak.

- Jika memang ingin membandingkan, maka sebaiknya Bandingkanlah anak atas progressnya sendiri-sendiri yang pernah dicapainya masing-masing.
Masing-masing anak memiliki hasil berbeda itu lumrah, yang penting masing-masing anak telah paham dengan apa yang kita harapkan dimana mereka masing-masing sudah berupaya untuk maju.

3 comments:

  1. Gmna cara menghadapi orang tua yg seperti itu min, kadang daya merasa jengkel sama kata2nya mau comenin omongan orang tua malah kitanya dibilang udah sok pintar lah, ini lah itu lah minta solusinya min saya mau minta pencerahanya. Makasih

    ReplyDelete
  2. Gmna cara menghadapi orang tua yg seperti itu min, kadang daya merasa jengkel sama kata2nya mau comenin omongan orang tua malah kitanya dibilang udah sok pintar lah, ini lah itu lah minta solusinya min saya mau minta pencerahanya. Makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anonymous5:35:00 AM

      gausah comen, yg pertama dilakukan ialah ketika suasana sedang dingin, trus ambil waktu untuk bicara dengan mereka.. jujurlah dengan mereka, kasih lihat juga akibat dari perbuatan mereka. semoga hal ini dapat membantu

      Delete


Thanks for Stopping by, Please Leave comment about article above ^_^