Visit My Popular Blog

Pendidikan Berbahaya – Penerapan Hukuman Fisik pada Anak

Pesan Sponsor
Dapatkah para orang tua menyadari … bahwa aneka hewan sirkus telah dididik oleh para pelatihnya dengan sistem pujian dan reward / hadiah.
Ketika hewan tersebut berhasil melakukan hal kecil apapun maka pelatih akan memujinya. Dan memberikan hadiah berupa makanan ketika berhasil mengalami keamajuan dalam latihannya.

Bagaimana ketika para hewan ini gagal ??
Pelatih hanya mengurangi jatah porsi hadiahnya, tidak memarahinya, namun mendorong semangat hewan untuk berlatih agar segera mendapatkan hadiah extra makanannya.
Kemarahan dan ejekan terbukti tidak pernah berhasil dalam upaya melatih hewan menjadi staff sircus untuk menghasilkan uang.

Jika hewan saja di didik dengan cara demikian, menagapa para orang tua tidak ??
Terlalu sering ada orang tua yang menghukum kesalahan anaknya dengan cara kekerasan.
Entah dengan memukul, menampar, bahkan menggunakan ikat pinggang ataupun kayu.

Apakah anak menjadi baik ??
Sepertinya iya, namun sebenarnya hanyalah bersifat sementara, karena di dorong oleh rasa takut anak, Bukan didorong oleh keinginannya sendiri untuk tidak mengulangi perbuatan buruknya.

Inilah aneka dampak bahaya bila orang tua menghukum secara fisik :

- Pada kenyataannya anak dapat mengalami rasa dendam dan kebencian yang tetap teringat hingga ia dewasa.

- Atas kebencian dan dendam tersebut, dimana orang tua sering memberlakukan hukuman keras, maka tumbuh pula sikap yang sama dalam diri anak, anak bisa menjadi meniru orang tua dalam menuruti kemauannya, semisal suka mengganggu teman dan memukul teman sebagai pelampiasan kesalnya.

- dalam beberapa kasus, anak akan mendendam hingga dewasa, bisa membalas kepada orang tuanya sendiri yang nota bene sudah lemah sementara sianak dalam posisi lebih kuat, dalam kasus lain banyak anak yang tumbuh menjadi orang kriminal dan suka mememenuhi kemauannya dengan jalan kekerasan.

Apakah ini yang para orang tua mau ?

Lalu apakah hukuman alternatif yang tepat ??

- Hukum anak dengan mengurangi sesuatu yang menjadi kesenangannya, semisal dilarang bermain game sehari, 3 hari atau lainnya.
Melarang bermain keluar bersama teman, menyimpan sementara buku kesayangannya, dilarang menonton TV semalam, dan lain sebagainya.

- alih-alih menghukum dengan keras, hukumlah anak dengan tegas.
Menghukum dengan keras secara fisik hanyalah salah satu bentuk penyiksaan terhadapa anak.

- jika dalam keadaan yang sangat berbeda, dimana pemukulan sangat ingin dilakukan, maka janganlah sampai orang tua menampar wajah, melainkan pukullah area yang aman semisal pantatnya, sehingga tidak melukai secara fisik namun masih bisa menakuti anak untuk tidak mengulangi perbuatan buruknya, dan untuk menunjukkan kepada anak bahwa orang tua benar-benar sangat tidak senang dengan apa yang telah dilakukan si anak.

0 komentar


Thanks for Stopping by, Please Leave comment about article above ^_^