Visit My Popular Blog

Sayang! Orang Tua pembicara yg baik Tapi pendengar yg buruk

Pesan Sponsor
Terlalu banyak orang tua menjadi pembicara yang handal, mengapa ? sebab kebanyakan orang tua selalu menuntut banyak terhadapa perubahan dan perbaikan diri pada anaknya, sering menasihatinya, setiap saat membimbing dan memberi pengetahuan baru pada anaknya, dan lain sebagainya.
Sayangnya …
Hal itu sering tidak berlaku sebaiknya, orang tua kebanyakan adalah pendengar yang buruk terhadap anaknya. Padahal ini sangat berperan besar dalam tumbuh kembang psikologi anak.

Lihat saja ketika anak menangis disekolah, mungkin orang tua sudah geregetan dengan kebiasaan anaknya yang menagis ini, kemudian serta merta langsung meluapkan kemarahan atau sekedar langsung mengomel dan menyalahkan sikap anaknya yang sedang menagis tersebut.
Padahal sebenarnya pada hari itu si anak sedang mengalami hari yang buruk, di ganggu teman atau di bully, atau incident buruk lainnya.

Hal ini tidak terjadi pada anak usia dini saja, bahkan untuk anak yang besar sampai dengan remaja, anak sering tidak diberikan kesempatan bicara banyak, orang tua sibuk dengan aneka nasihat dan ceramahnya agar anak melakukan ini dan itu.

Dampak Negatif yang Terjadi …

- Anak akan merasa frustasi dengan sikap orang tua, dia akan lebih suka memendam masalah, tidak fair dengan orang tuanya sendiri, hingga celakanya anak lebih suka membuka rahasia dengan teman atau orang lain.

- Anak merasa tidak dihargai pendapatnya, hal ini yang terlalu sering menjadikan anak akan melawan perkataan orang tua, serta tidak begitu percaya dengan nasihat mereka.
Justru Sementara orang tua sudah merasa banyak memberi nasihat, padahal sebagian besar adalah sia-sia belaka.

- Ini buruk … bahwa anak lebih percaya kepada orang lain daripada orang tuanya sendiri yang dianggap sangat menyebalkan, sok pintar, namun orang tua tidak memahami dan terus melakukan hal yang sama sebagai pembicara yang baik namun sebagai pendengar yang buruk.
  
Saatnya orang tua menjadi pendengar yang baik

- Sebelum marah, sebelum melemparkan segala kata dan omelan, lebih baik tanyai dengan penuh perhatian apa yang terjadi, entah saat anak pulang terlambat, tidak mau makan, teriak-teriak di halaman, dan sebagainya.
tunjukkan kepada anak bahwa orang tua menanyai karena mereka memperhatikan dan menyayangi mereka, kuatir terhadapa mereka, serta demi kebaikan mereka juga.

- Hindari sering menyimpulkan terlalu cepat atas apa yang terjadi, biarkan anak lebih terbuka untuk memberi penjelasan secara lengkap.
orang tua sepatutnya tidak sering memotong pembicaraan anak, semua orang tidak akan suka dengan hal ini, begitu juga anda.

- biarkan anak menganggap diri kita seperti teman sendiri, teman yang menyenangkan untuk diajak mengobrol, dan bukan seperti orang tua yang menyebalkan, menang sendiri, tidak mau tahu kemampuan anak, serta sok pintar.

0 komentar


Thanks for Stopping by, Please Leave comment about article above ^_^